Follow dan Isi Buku Tamu nya, ya...

Menyelesaikan Rubik’s Cube dibawah 20 Detik

SHOTARO MAKISUMI
Sebelum anda berharap terlalu
banyak dari artikel ini, kami
memberikan sedikit klarifikasi.
- Dengan membaca artikel ini tidak
berarti anda dapat menyelesaikan
rubiks cube dibawah 20 detik dalam
hitungan jam atau hari. Menjadi
seorang sub 20 speedcuber
memerlukan latihan yang tepat
selama berbulan bulan bahkan
tahun.
- Artikel ini, hanya memberikan
saran langkah demi langkah yang
bisa anda capai bagi anda yang ingin
menjadi sub 20 speedcuber.
- Artikel ini diintisarikan dari video
how to be a speedcuber buatan
badmephisto dengan beberapa
penambahan.
__________________________________________________
__________
Setelah sedikit membaca disclaimer
diatas, mari kita ketahui, apa itu
speedcuber. Makna dari speedcuber
sendiri sebenarnya cukup
sederhana. Yakni mereka yang
menyelesaikan rubik’s cube dan
senantiasa mengejar kecepatan.
Karena ini hanya merupakan
permainan, maka orang orang ini,
para speedcuber hanya
melakukannya untuk kesenangan.
Sebenarnya tidak ada tolok ukur
pasti yakni pada kecepatan berapa
seseorang bisa disebut sebagai
speedcuber, namun ada semacam
daerah suci yakni kecepatan tertentu
yang hanya bisa diraih oleh orang
orang tertentu. Artikel kali ini
mencoba mengupas level level yang
bisa dicapai dan digunakan untuk
menjadi speedcuber dengan
average dibawah 17 detik atau
bahkan kurang. Ada begitu banyak
materi menarik tentang cubing yang
bertebaran di internet.
Permasalahannya adalah, banyak
orang yang tidak tau bagaimana
memulai, kapan mereka harus
belajar sesuatu yang baru. Here we
goes….
1. Begginer’s method : Bagi anda
yang belum pernah menyelesaikan
sebuah rubiks, inilah yang perlu
anda cari. Banyak sekali artikel yang
menjelaskan cara menyelesaikan
rubik’s cube untuk pemula. Mungkin
anda ingin menjadi orang yang
mampu menyelesaikannya dalam
waktu 5 menit, 2 menit, atau
dibawah 1 menit, anda bisa
memulainya dari sini. Pada
umumnya beginners method dibagi
dalam 7 langkah. Anda hanya perlu
menghafalkan urutan langkah dan
sedikit (7-12) alogaritma. Dengan
metode ini, anda bisa mencapai level
2 menit. (Lama pembelajaran : 1-2
hari)
2. Fingertick : Fingertrick adalah
tekhnik menggunakan jari untuk
melakukan gerakan gerakan tertentu
dalam memutar rubik ’s cube secara
efisien. Ada banyak materi yang
mengupas tentang ini dan kami
sangat merekomendasikan anda
belajar melalui video. Fingertrick
yang baik bisa jadi merupakan kunci
yang paling penting yang
menentukan seberapa cepat
seseorang mampu menyelesaikan
rubik’s cube. Anda bisa mengetahui
kelihaian tangan anda dengan
menghitung berapa gerakan yang
bisa anda lakukan dalam 1 detik.
Dengan fingertrick yang baik
ditambah dengan sedikit kejelian
dalam melihat gerakan selanjutnya,
anda dapat mencapai level solving
sekitar 1 menit. ( 1-2 hari, namun
perlu sedikit lama untuk
membiasakannya)
3. Keyhole Method. Metode ini
adalah metode jalan pintas untuk
menyelesaikan layer 1 dan 2 secara
lebih cepat. Anda akan menghemat
beberapa gerakan yang perlu anda
lakukan dalam beginner’s method
dengan metode ini. Disamping
keyhole, anda juga bisa mencari
shortcut2 sebagai pengembangan
dari begginners method. Misalnya,
jika anda belajar melalui tutorial Dan
brown, maka anda bisa melihat
video lanutannya berjudul how to
solve a rubik’s cube faster.
Lakukan langkah 1,2, dan 3 hingga
anda mencapai level dibawah 1
menit, atau setidak tidaknya 1,5
menit. Ini akan memakan waktu 1- 3
minggu (dengan latihan teratur
setiap hari).
4. 2 look OLL dan 2 look PLL . Ini
adalah saatnya kita mulai bermigrasi
ke Metode Fridrich. Belajar ‘separuh’
last layer dari metode fridrich akan
cukup memotong waktu kita hingga
beberapa detik. Untuk metode 2 look
OLL ini anda perlu belajar 7 jenis
alogaritma untuk PLL ditambah 2
alogaritma transformasi. Smentara
untuk 2 look PLL minimal anda perlu
mempelajari 2 alogaritma, lalu
megembangkannya menjadi 4.
5. F2L. F2L adalah langkah ke dua
dari metode fridrich murni. F2L
merupakan tekhnik menyelesaikan 2
layer pertama sekaligus dengan
menggabungkan edge dan corner
dan memasukkannya kedalam slot
di keempat sudutnya. Perlu waktu
lama untuk benar benar menguasai
F2L. Dalam keseluruhan metode
friddich, seberapa lama anda
mampu menyelesaikan f2L
merupakan penentu kecepatan
anda. Bagi anda yang mampu
menyelesaikan rubikd alam waktu 1
menit dengan metode beginner,
akan mengalami pelambatan waktu
yan signifikan ketika belajar f2L
dikarenakan f2l lebih membutuhkan
logika. Bahkan jika dilakukan dengan
menghafal alogaritma tetap akan
memakan waktu lama untuk benar
benar menguasainya dikarenakan
jumlahnya yang cukup bayak (42
alogaritma) Namun seiring
berjalannya awktu,
6. Full PLL
Setelah cukup baik dengan F2L
(usahakan anda bisa menyelesaikan
cross dan F2L dalam waktu 35 detik)
Anda bisa mempelajari Keseluruhan
Alogaritma PLL.
Total ada 21 Alogaritma yang harus
dipelajari. Full PLL berfungsi
menggantikan 2 look PLL. Dengan
mempelajari ini anda akan
menghemat 3-4 menit. Full PLL bisa
dikerjakan secara bertahap hingga
akhirnya mencapai 21 keseluruhan
alogaritma. Pada level ini anda dapat
mencapai kecepatan hingga sub 25.
7. Full OLL
Bagi anda yang terbiasa
menggunakan 2 look OLL hingga
mencapai sub 25, maka
mempelajari Full OLL hanya akan
menghemat waktu 2-3 detik.
Namun langkah ini adalah langkah
yang harus ditempuh untuk
mencapai sub 20. Anda harus
menghafal 50an alogaritma PLL
untuk menguasai tahap ini.
Setelah menguasai poin 1 – 7 maka
berarti anda telah menggunakan Full
Jessica Fridrich method. Dengan
mengoptimalkan metode ini. Anda
bisa mengcapai kecepatan kurang
lebih 16 hingga 20 detik. Setelah
anda menguasai Metode ini secara
optimal, anda bisa mempelajari
beberapa tekhnik tambahan untuk
menyempurnakan Metode Jessica
Fridrich seperti dibawah ini.
8. Multi alogarithm
Masing masing alogaritma dari
Metode Jessica Fridrich hanya bisa
diaplikasikan pada pola tertentu yang
terkadang kita harus memutar rubik
(y, y’, y2, dll). Mempelajari multi
alogarithm artinya alogaritma yang
bisa digunakan pada posisi lain
dalam 1 pola. Banyak situs yang
menyedakan alogaritma tambahan
ini seperti cubewhiz dan
cubestation.
9. Multi slotting
Multi slotting pada hakikatnya adalah
memasukkan sebuah pair
sementara kita menyiapkan pair
lainnya sehingga mudah untuk
dimasukkan. Tekhnik ini digunakan
untuk menyempurnakan F2L.
10. Extended cross
Extended cross merupakan
penggabungan dari metode blok
building seperti petrus dan
melanjutkannya dengan friddrich.
Pada awalnya kita membangun
rubik dengan dimensi 2×2x2
sehingga pada akhirnya kita akan
mendapatkan sebuah cross
ditambah 1 pair yang telah berada di
slot yang benar.
0 Responses